risaarifiani

Gaya Antarmolekul

Posted on: September 15, 2011

Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh adanya perbedaan keelektronegatifan antara atom-atom yang berikatan dan bentuk molekul. Senyawa dikatakan polar jika selisih keelektronegatifan antaratom penyusunnya semakin besar. Selain itu, ketidaksimetrisan bentuk molekul juga menyebabkan senyawa bersifat polar. Adanya muatan elektron yang tidak seimbang antaratom dalam senyawa polar mengakibatkan terjadinya suatu kutub (dipol). Oleh karena itu, pasangan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen polar lebih tertarik pada salah satu atom.

Sebaliknya, senyawa dikatakan nonpolar jika terbentuk dari atom sejenis atau senyawa yang terdistribusi muatannya simetris, contoh H2 atau CH4. Harga elektronegativitas atom-atom dalam molekul nonpolar sama, sehingga muatan elektronnya terdistribusi merata. Oleh karena itu, molekul nonpolar tidak membentuk kutub. Pasangan elektron senyawa nonpolar mengakibatkan bentuk molekul simetri sehingga dipol-dipol ikatannya saling meniadakan.

Interaksi antara atom-atom dalam senyawa atau kumpulan molekul dalam senyawa yang mengalami tarik menarik disebut gaya antarmolekul. Gaya ini berkaitan erat dengan sifat fisik zat yang bersangkutan. Kuat lemahnya gaya tarik-menarik antarmolekul akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya titik didih suatu zat.

1 Response to "Gaya Antarmolekul"

ooo..gitu ya baru tw ik.trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: